Poem

MERENDA ASA BERSUA YANG KUASA


Pasrah ku merangkul hidup suram ini
Sulit menghembus debu tebal yang semakin menjadi
Mengucilkanku bagai sampah tak ada guna
Pahitnya rasa seperti kopi tanpa gula

Hanya beralas noda ku meminta
Hingga panas jalanan tak jelas terasa
Bergelimang debu ku mengemis
Bertopeng malupun ku menangis

Tak seorang pun melirik penderitaanku
Menyembuhkan sayatan duka yang semakin membiru
Enggan merekayasa lelah hingga merana
Menumpahkan bubuk kebahagiaan di dunia

Kuhitung tiap habisnya hari
Idamkan ajal cepat kemari
Memungutku ke istana tuhan
Nur abadi yang tak pernah padam


Tersandung Bubuk Malam

Rayapan emosi disambut kemungkaran
Hanyut dalam kelokan angin panas
Tiap jam, menit, entah berapa lama
Hinggap di puncak tebing ingatan

Helai nafsu meringik lemah
Membujuk si pemilik hati
Memburu kebahagiaan semu
Milik dunia tak abadi

Bertubuh iblis bersaus api
Menjelma ratu di malam dini
Bergantung dendam hingga beralas api
Runtuhkan diri bersama mimpi